STRUKTUR ATOM
PARTIKEL MATERI
Bagian
terkecil dari materi disebut partikel.
beberapa
pendapat tentang partikel materi:
· menurut democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu (jika
suatu materi terus dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh partikel
terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut atom)
·
menurut
plato dan aristoteles, pembagian materi bersifat kontinyu (pembagian dapat
berlanjut tanpa batas)
Postulat dasar dari Teori Atom
Dalton:
· setiap materi terdiri atas
partikeel terrkecil yang disebut dengan
atom
· unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom
· atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom
unsur atom lain (mempunyai massa yang
berbeda)
· senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis at5om
dengan perbandingan tertentu
· atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah
menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan
ulang (reorganisasi) attom-atom yang terlibat dalam reeaksi tersebut
Kelemahan dari postulat Teori atom
Dalton:
· atom bukanlah sesuatu yang
tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
· atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempuunyai massa yang berbeda (disebut
isotop)
· atom dari suatu unsur dapat
diubah menjadi atomunsur lain melalui reaksi nuklir
·
beberapa
unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekkul-molekul
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
1.
Model Atom Dalton
Teori
atom Dalton
·
Semua materi terdiri dari partikel yang tak dapat dibagi
lagi yang disebut atom.
· Atom dari unsur yang sama adalah
serupa dalam hal bentuk dan massa, tetapi atom unsur satu berbeda dari atom
unsur lain.
· Atom tidak dapat diciptakan atau
dihancurkan.
· Atom unsur yang berbeda dapat
digabungkan satu sama lain dalam rasio tertentu untuk membentuk senyawa.
· Atom dari unsur yang sama dapat
bergabung dalam lebih dari satu rasio untuk membentuk dua atau lebih senyawa.
· Atom adalah unit terkecil dari
materi yang dapat berpengaruh terhadap reaksi kimia.
Kelemahan Teori Atom Dalton
· Ketidakterpisahan atom terbukti
salah, karena, atom dapat dibagi lagi menjadi proton, neutron dan elektron.
Namun atom adalah partikel terkecil, yang sangat berpengaruh dalam reaksi
kimia.
· Menurut Dalton, atom-atom dari unsur
yang sama adalah sama dalam segala hal. Pernyataan ini salah karena atom dari
beberapa unsur berbeda dalam hal massa dan kepadatan. Atom seperti dari unsur
yang sama memiliki massa yang berbeda disebut isotop. Misalnya, klorin memiliki
dua isotop yang memiliki nomor massa 35 dan 37 satuan massa atom (sma).
· Dalton juga mengatakan atom elemen
yang berbeda berbeda dalam segala hal. Hal ini telah terbukti salah dalam
kasus-kasus tertentu seperti atom argon dan atom kalsium, yang memiliki massa
atom yang sama yaitu 40. Atom unsur berbeda yang memiliki massa atom yang sama
disebut isobar.
· Menurut Dalton atom unsur yang
berbeda bergabung dalam rasio nomor sederhana keseluruhan untuk membentuk
senyawa. Hal ini tidak terlihat pada senyawa organik kompleks seperti gula C12H22O11.
· Teori ini gagal untuk menjelaskan
keberadaan alotrop. Perbedaan sifat arang, grafit, berlian tidak dapat
dijelaskan karena ketiganya terdiri dari atom yang sama yaitu karbon.
Kelebihan Teori Atom Dalton
· Memungkinkan kita untuk menjelaskan
hukum kombinasi kimia.
· Dalton adalah orang pertama yang
mengakui perbedaan yang bisa diterapkan antara partikel dari suatu unsur (atom)
dan dari senyawa (molekul).
2.
Model Atoom Thompson
Pengertian Teori Atom Thomson
Teori Atom Thomson adalah salah satu
teori yang mencoba mendeskripsikan bentuk atom yaitu seperti bentuk roti
kismis. Diibaratkan sebagai roti kismis karena saat itu Thomson beranggapan
bahwa atom bermuatan positif dengan adanya elektron bermuatan negatif di
sekelilingnya. Perhatikan gambar berikut:
Pada gambar di atas, bagian berwarna oranye bermuatan positif, sedangkan berwarna hijau adalah elektron yang bermuatan negatif.
Sampai akhir abad ke-19, konsep mengenai bentuk atom masih berupa bola pejal layaknya bola biliar. Sedangkan pada tahun 1987 Joseph John Thomson secara total merubah konsep atom dengan adanya penemuan elektron yang dikenal dengan teori atom Thomson.
Dalil Thomson
Sekiranya teori atom Thomson dapat
diringkas sebagai berikut :
1. Atom berupa bola yang bermuatan
positif dengan adanya elektron yang bermuatan negatif di sekelilingnya.
2. Muatan positif dan negatif pada atom
besarnya sama. Hal ini menjadikan atom bermuatan netral. Suatu atom tidak
mempunyai muatan positif atau negatif yang berlebihan.
Selain roti kismis, teori atom
Thomson dapat diumpamakan sebagai semangka. Daging buah yang berwarna merah
melambangkan ruang yang bermuatan positif, sedangkan biji yang tersebar di
dalamnya adalah elekton yang bermuatan negatif.
Penemuan Elektron
Elektron ditemukan oleh J.J. Thomson
melalui percobaan tabung sinar katoda. Pada saat itu, Thomson melihat bahwa
jika arus listrik melewati tabung vakum, ada semacam aliran berkilau yang
terbentuk. Thomson menemukan bahwa aliran berkilau tersebut dibelokkan ke arah
plat kutub positif. Teori atom Thomson membuktikan bahwa aliran tersebut
terbentuk dari partikel kecil dari atom dan partikel terebut bermuatan negatif.
Thomson menamai penemuan tersebut sebagai elektron.
3.
Model Atom Rutherford
Pengertian Teori Atom Rutherford
Teori atom Rutherford mengatakan
bahwa atom mempunyai inti yang merupakan pusat massa yang kemudian dinamakan
nukleus, dengan dikelilingi awan elektron bermuatan negatif.
Dasar Teori Atom Rutherford
Teori
atom Rutherford didasarkan pada eksperimen penembakan inti atom lempengan emas
dengan partikel alfa yang dikenal dengan percobaan Geiger-Marsden. Pada saat
itu, Rutherford menysun desain rancangan percobaan penembakan atom emas oleh
partikel alfa yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Ternyata, sinar radioaktf
tersebut ada yang dipantulkan, dibelokkan, dan diteruskan. Perhatikan gambar
berikut:
Seperti pada gambar di atas, Rutherford menjelaskan bahwa jika partikel alfa mengenai inti atom, maka akan terjadi tumbukan yang mengakibatkan pembelokan atau pemantulan partikel alfa. Hal itu disebabkan karena massa dan muatan atom terpusat pada inti (nukleus). Rutherford menyarankan bahwa muatan inti atom sebanding dengan massa atom dalam sma( satuan massa atom). Partikel alfa yang mengenai awan elektron tidak dibelokkan maupun dipantulkan.
Dalil Rutherford
Dari penjabaran di atas, maka
sekiranya model atom Rutherford dapat disimpulkan sebagai berikut:
· Sebagian besar volume atom merupakan
ruang hampa.
· Massa atom terpusat di inti atom.
· Muatan atom terkonsentrasi pada
pusat atom dengan volume yang sangat kecil. Kelipatan muatan ini sebanding
dengan massa atom.
· Awan elektron tidak mempengaruhi
penyebaran partikel alfa.
4.
Model Atom Niels Bohr
Pengertian Teori Atom Bohr
Model atom
Bohr mengemukakan bahwa atom terdiri dari inti berukuran sangat kecil dan
bermuatan positif dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif yang mempunyai
orbit. Inilah gambar teori model atom Bohr. Penjelasan teori atom Bohr dapat
dibaca pada sub bunyi postulat teori atom Bohr di bawah.
Penjelasan
Teori Atom Bohr
Niels Bohr
mengajukan teori atom Bohr ini pada tahun 1915. Karena model atom Bohr merupakan
modifikasi (pengembangan) dari model atom Rutherford, beberapa ahli kimia
menyebutnya dengan teori atom Rutherford-Bohr. Walaupun teori atom Bohr ini
mengalami perkembangan, namun kenyataannya model atom Bohr masih mempunyai
kelemahan. Namun demikian, beberapa poin dari model atom Bohr dapat diterima.
Tidak seperti teori atom dalton maupun teori atom rutherford, keunggulan teori
atom Bohr dapat menjelaskan tetapan spektra emisi hidrogen. Itulah salah satu
kelebihan teori atom Niels Bohr.
Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya, dengan elektron yang berada di lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif.
Model atom Bohr berbentuk seperti tata surya, dengan elektron yang berada di lintasan peredaran (orbit) mengelilingi inti bermuatan positif yang ukurannya sangat kecil. Gaya gravitasi pada tata surya secara matematis dapat diilustrasikan sebagai gaya Coulomb antara nukleus (inti) yang bermuatan positif dengan elektron bermuatan negatif.
Bunyi
Postulat Teori Atom Bohr
Teori atom
Bohr kiranya dapat dijelaskan seperti berikut:
1. Elektron mengitari inti atom dalam
orbit-orbit tertentu yang berbentuk lingkaran. Orbit-orbit ini sering disebut
sebagai kulit-kulit elektron yang dinyatakan dengan notasi K, L, M, N ... dst
yang secara berututan sesuai dengan n = 1, 2, 3, 4 ... dst.
2. Elektron dalam tiap orbit mempunyai
energi tertentu yang makin tinggi dengan makin besarnya lingkaran orbit atau
makin besarnya harga n. Energi ini bersifat terkuantisasi dan
harga-harga yang diijinkan dinyatakan oleh harga momentum sudut elektron yang
terkuantisasi sebesar n (h/2π) dengan n = 1, 2, 3, 4 ...
dst.
3. Selama dalam orbitnya, elektron
tidak memancarkan energi dan dikatakan dalam keadaan stasioner. Keberadaan
elektron dalam orbit stasioner ini dipertahankan oleh gaya tarik elektrostatik
elektron oleh inti atom yang diseimbangkan oleh gaya sentrifugal dari gerak
elektron.
4. Elektron dapat berpindah dari orbit
satu ke orbit lain yang mempunyai energi lebih tinggi bila elektron tersebut
menyerap energi yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi antara kedua orbit
yang bersangkutan, dan sebaliknya bila elektron berpindah ke orbit yang
mempunyai energi lebih rendah akan memancarkan energi radiasi yang teramati
sebagai spektrum garis yang besarnya sesuai dengan perbedaan energi antara
kedua orbit yang bersangkutan.
5. Atom dalam molekul dikatakan dalam
keadaan tingkat dasar (ground state) apabila elektron-elektronnya
menempati orbit-orbit sedemikian sehingga memberikan energi total terendah. Dan
apabila elektron-elektron menempati orbit-orbit yang memberikan energi lebih
tinggi daripada energi tingkat dasarnya dikatakan atom dalam tingkat
tereksitasi (excited state). Atom dalam keadaan dasar lebih stabil
daripada dalam keadaan tereksitasi.
Model
Hidrogen Bohr
Contoh
paling sederhana dari model atom hidrogen Bohr (Z = 1) atau sebuah ion mirip
hidrogen (Z > 1), yang mempunyai elektron bermuatan negatif mengelilingi
inti bermuatan positif. Energi elektromagnetik akan diserap atau dilepaskan
ketika sebuah elektron berpindah dari lintasan satu ke lintasan lain. Jari-jari
dari lintasan bertambah sebagai n2, dimana n adalah bilangan kuantum
utama. Transisi dari 3 ke 2 menghasilkan garis pertama dalam deret Balmer.
Untuk hidrogen (Z = 1) akan menghasilkan foton dengan panjang gelombang 656 nm
(cahaya merah).
Kelemahan
Teori Atom Bohr
Walaupun
dinilai sudah revolusioner, tetapi masih ditemukan kelemahan teori atom Bohr
yaitu:
1. Melanggar asas ketidakpastian
Heisenberg karena elektron mempunyai jari-jari dan lintasan yang telah
diketahui.
2. Model atom Bohr mempunyai nilai
momentum sudut lintasan ground state yang salah.
3. Lemahnya penjelasan tentang prediksi
spektra atom yang lebih besar.
4. Tidak dapat memprediksi intensitas
relatif garis spektra.
5. Model atom Bohr tidak dapat
menjelaskan struktur garis spektra yang baik.
6. Tidak dapat menjelaskan efek Zeeman.
5.
Model Atom Modern
Kelemahan model atom yang dikemukakan Rutherford
disempurnakan oleh Niels Henrik David Bohr. Bohr mengemukakan
gagasannya tentang penggunaan tingkat energi elektron pada struktur atom. Model
ini kemudian dikenal dengan model atom Rutherford-Bohr. Tingkat energy elektron
digunakan untuk menerangkan terjadinya spektrum atom yang dihasilkan oleh atom
yang mengeluarkan energi berupa radiasi cahaya.
Gambar : Spektrum emisi natrium dan hidrogen dalam
daerah yang dapat dilihat dengan spektrum yang lengkap
Penjelasan mengenai radiasi cahaya juga telah dikemukakan
oleh Max Planck pada tahun 1900. Ia mengemukakan teori kuantum yang
menyatakan bahwa atom dapat memancarkan atau menyerap energi hanya dalam jumlah
tertentu (kuanta). Jumlah energi yang dipancarkan atau diserap dalam bentuk
radiasi elektromagnetik disebut kuantum. Adapun besarnya
kuantum dinyatakan dalam persamaan berikut:
Keterangan:
E = energi radiasi (Joule = J)
h = konstanta Planck (6,63 x 10-34
J.s)
c = cepat rambat cahaya di ruang
hampa (3 x 108 ms-1)
l = panjang gelombang (m)
Dengan Teori Kuantum, kita dapat mengetahui besarnya radiasi
yang dipancarkan maupun yang diserap. Selain itu, Teori Kuantum juga bisa
digunakan untuk menjelaskan terjadinya spektrum atom. Perhatikan spektrum atom
hidrogen berikut.
Pada Gambar di atas
dapat dilihat bahwa percikan listrik masuk ke dalam tabung gelas yang
mengandung gas hidrogen. Sinar yang keluar dari atom H (setelah melalui celah)
masuk ke dalam prisma, sehingga sinar tersebut terbagi menjadi beberapa sinar
yang membentuk garis spektrum. Ketika sinar itu ditangkap oleh layar, empat
garis yang panjang gelombangnya tertera pada layar adalah bagian yang dapat
dilihat dari spektrum gas hidrogen.
Salah satu alasan atom
hidrogen digunakan sebagai model atom Bohr adalah karena hidrogen mempunyai
struktur atom yang paling sederhana (satu proton dan satu elektron) dan
menghasilkan spektrum paling sederhana. Model atom hidrogen ini disebut solar
system (sistem tata surya), di mana electron dalam atom mengelilingi
inti pada suatu orbit dengan bentuk, ukuran, dan energi yang tetap. Semakin
besar ukuran suatu orbit, semakin besar pula energi elektronnya. Keadaan ini dipengaruhi
oleh adanya gaya tarik-menarik antara proton dan elektron. Dengan menggunakan
model atom hidrogen, Bohr menemukan persamaan energi elektron sebagai berikut.
A = 2,18 x 10-18 J
N = bilangan bulat yang
menunjukkan orbit elektron (1, 2, 3, …, 8)
{Tanda negatif menunjukkan orbit
mempunyai energi paling rendah (harga n = 1) dan paling tinggi (harga n = 8)}.
Pada atom hidrogen, elektron berada pada orbit energi
terendah (n = 1). Jika atom bereaksi, elektron akan bergerak menuju orbit
dengan energy yang lebih tinggi (n = 2, 3, atau 4). Pada saat atom berada pada
orbit dengan energi yang lebih tinggi, atom mempunyai sifat tidak stabil yang
menyebabkan
elektron jatuh ke orbit yang memiliki energi lebih rendah.
Perpindahan tersebut menjadikan electron mengubah energinya dalam jumlah
tertentu. Besar energi tersebut sama dengan perbedaan energi antarkedua orbit
yang dilepaskan dalam bentuk foton dengan frekuensi tertentu.
Gambar : Perpindahan elektron dari satu tingkat
energi ke tingkat energi lainnya
menyebabkan energi elektron
berubah dalam jumlah tertentu.
Meskipun teori atom Niels Bohr mampu menerangkan spektrum gas
hidrogen dan spektrum atom berelektron tunggal (seperti He+ dan Li2+),
tetapi tidak mampu menerangkan spektrum atom berelektron lebih dari satu. Oleh
karena itu, dibutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai gerak partikel (atom).
Pada tahun 1924, ahli fisika dari Perancis bernama Louis de Broglie
mengemukakan bahwa partikel juga bersifat sebagai gelombang. Dengan demikian,
partikel mempunyai panjang gelombang yang dinyatakan dengan persamaan berikut.
l = panjang gelombang (m)
h = tetapan Planck (6,63 10-34
J.s)
p = momentum (m2s-1)
m = massa partikel (kg)
v = kecepatan partikel (ms-1)
Berdasarkan persamaan de Broglie, diketahui bahwa teori atom
Bohr memiliki kelemahan. Kelemahan itu ada pada pernyataan Bohr yang
menyebutkan bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan
tertentu berbentuk lingkaran. Padahal, elektron yang bergerak mengelilingi inti
atom juga melakukan gerak gelombang. Gelombang tersebut tidak bergerak sesuai
garis, tetapi menyebar pada suatu daerah tertentu.
Selanjutnya, pada tahun 1927, Werner
H eisenberg menyatakan
bahwa kedudukan elektron tidak dapat diketahui dengan tepat. Oleh karena itu,
ia menganalisis kedudukan elektron (x) dengan momentum electron (p) untuk
mengetahui kedudukan elektron.
Hasil analisis Heisenberg, yaitu selalu terdapat
ketidakpastian dalam menentukan kedudukan elektron yang dirumuskan sebagai
hasil kali ketidakpastian kedudukan x dengan momentum p. Satu
hal yang perlu diingat adalah hasil kali keduanya harus sama atau lebih besar
dari tetapan Planck. Persamaan ini dikenal sebagai prinsip ketidakpastian
Heisenberg yang dirumuskan sebagai berikut:
Δx = ketidakpastian
kedudukan
Δp = ketidakpastian
momentum
h =
tetapan Planck
Selain Werner Heisenberg, ada juga ilmuwan yang menunjukkan
kelemahan teori atom Bohr. Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger
menyempurnakan teori atom yang disampaikan oleh Bohr. Dari penyelidikan
terhadap gelombang atom hidrogen, Schrodinger menyatakan bahwa elektron dapat
dianggap sebagai gelombang materi dengan gerakan menyerupai gerakan gelombang.
Teori ini lebih dikenal dengan mekanika gelombang (mekanika kuantum).
Teori model atom Schrodinger memiliki persamaan dengan model
atom Bohr berkaitan dengan adanya tingkat energi dalam atom. Perbedaannya yaitu
model atom Bohr memiliki lintasan elektron yang pasti. Sedangkan pada model
atom Schrodinger, lintasan elektronnya tidak pasti karena menyerupai gelombang
yang memenuhi ruang (tiga dimensi). Fungsi matematik untuk persamaan gelombang
dinyatakan sebagai fungsi gelombang [ dibaca psi (bahasa Yunani)] yang
menunjukkan bentuk dan ener gi gelombang elektron.
Berdasarkan teori yang disampaikan oleh Schrodinger,
diketahui bahwa elektron menempati lintasan yang tidak pasti sehingga electron
berada pada berbagai jarak dari inti atom dan berbagai arah dalam ruang. Jadi,
daerah pada inti atom dengan kemungkinan terbesar ditemukannya elektron dikenal
sebagai orbital.








No comments:
Post a Comment